Kabupaten Mojokerto, majalah global. com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mojokerto menggelar Program SEHATI (Selasa Sehat Turunkan Stunting AKB AKI) dan SEJOLI (Selasa Sehat Jaga Lansia Mandiri) di Balai Desa Manduro Manggung Gajah, Kecamatan Ngoro, yang rutin dilaksanakan pada hari selasa, dalam rangka menurunkan angka stunting di Bumi Majapahit dan meningkatkan kesehatan dan kemandirian lanjut usia (Lansia). Selasa (21/5) Pagi.

Fokus Cegah Stunting Dan Kesehatan Lansia, Pemkab Mojokerto Gelar SEHATI Dan SEJOLI Di Desa Manduro
Fokus Cegah Stunting Dan Kesehatan Lansia, Pemkab Mojokerto Gelar SEHATI Dan SEJOLI Di Desa Manduro

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Bupati Mojokerto Ikfina Fatmawati, Camat Ngoro, Forkopimca Ngoro, Kepala Desa manduro, Perwakilan Kepala Dinas kesehatan, perwakilan Kepala DP2KBPP, Kepala Puskesmas Manduro Manggung Gajah, Kepala Puskesmas Ngoro, Kepala KUA Ngoro, Ketua Penggerak PKK beserta kader PKK, seluruh perangkat desa Manduro, segenap warga manduro dan ibu balita, ibu hamil dan para lansia desa Manduro.

Fokus Cegah Stunting Dan Kesehatan Lansia, Pemkab Mojokerto Gelar SEHATI Dan SEJOLI Di Desa Manduro
Fokus Cegah Stunting Dan Kesehatan Lansia, Pemkab Mojokerto Gelar SEHATI Dan SEJOLI Di Desa Manduro

Dalam kegiatan ini dihadiri kurang lebih 40 orang termasuk ibu dan balita, ibu hamil, dan lansia hari pada acara hari ini. Program SEHATI fokus pada penurunan angka stunting pada anak di Kabupaten Mojokerto. Data menunjukkan bahwa di Desa Manduro, stunting mengalami penurunan dan hanya tinggal dua balita yang masih mengalami masalah stunting. Bupati Ikfina mengingatkan bahwa stunting pada usia balita harus dicegah karena dapat mengganggu perkembangan anak.

“Supaya balitanya tidak stunting, ibu hamil tidak boleh mengalami KEK (Kekurangan Energi Kronik) dan kurang gizi, lingkar lengan kurang dari 23,5 cm, serta berpeluang besar melahirkan bayi dengan berat badan rendah dan akan sulit untuk membesarkannya” ujar Bupati Ikfina.

Orang nomor satu di lingkup Pemkab Mojokerto juga menekankan tentang pentingnya memberikan asi eksklusif selama dua tahun untuk bayi yang baru lahir sampai usia 6 bulan untuk memenuhi gizi dan juga memberikan Makanan Pendamping Asi (MPASI) ketika 6 bulan hingga usia 12 bulan.

“Sebisa mungkin untuk memberikan ASI dari lahir hingga usia 2 tahun untuk memenuhi gizi yang diperlukan oleh anak, MPASI bisa diberikan ketika usia 6 bulan sampai usia 2 tahun sebagai pemenuhan Gizi untuk pertumbuhan yang sempurna dan mencegah Stunting,” ujarnya.

Bupati Ikfina menjelaskan bahwa untuk memenuhi gizi balita, para orang tua juga wajib memberikan makanan pendamping ASI yang mengandung protein zat pembangun hewani seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu.

“Supaya anak-anaknya itu tumbuh, panjang, berat badannya bertambah, maka makanan pendamping ASI harus mengandung protein zat pembangun hewani seperti telur, ayam, ikan, daging, dan susu,” ujarnya.

Program SEJOLI berfokus menjaga kesehatan lansia agar dapat melakukan aktivitas dengan mudah dan mandiri.

“Jaga lansia mandiri bertujuan agar para lansia supaya mandiri melakukan segala sesuatu bisa sendiri tanpa dibantu dan salah satu faktornya yaitu sehat,” ujar Bupati Ikfina.

Penyakit tekanan darah tinggi, diabetes, asam urat merupakan penyakit yang melekat pada para lansia. Bupati Ikfina mengingatkan para lansia untuk rutin minum obat dan menjaga pola makan agar tensi, kadar gula, dan asam urat bisa normal.

“Saya minta untuk para lansia rajin untuk periksa kesehatan, rutin minum obatnya, serta menjaga pola makan. Selain itu para lansia tidak boleh berpikir macam macam supaya tekanannya tidak naik,” ujarnya.

Dengan dilaksanakannya program SEHATI dan SEJOLI di Desa Manduro Manggung Gajah, diharapkan dapat membantu menurunkan angka stunting pada anak dan meningkatkan kesehatan serta kemandirian para lansia di Kabupaten Mojokerto. (Jay).

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Iklan